Dikisahkan sebuah Bangsa bernama
Morgadorian menyerang sebuah planet tetangganya bernama planet Lorien. Bangsa
Lorien yang sebelumnya terkenal sebagai bangsa yang damai dan ditempati
orang-orang yang mempunyai kekuatan luar biasa seketika menjadi kacau karena
serangan Bangsa Morgadorian.
Orang-orang di planet Lorien mempunyai kemampuan telekinesis, mereka bisa mengendalikan benda dengan kekuatan pikiran. Untuk menyelamatkan Bangsa mereka dari kepunahan, 9 anak kemudian diberikan mantra dan dikirim ke bumi. Mantra inilah membuat anak ini bisa hidup dan kalau dibunuh harus dibunuh secara berurutan mulai dari anak pertama sampai kesembilan, kalau tidak maka pembunuhnya akan terkena mantra yang justeru berbalik tewas. Sembilan anak ini selalu dikawal sampai mereka semua dewasa. Anak-anak ini ketika dewasa akan memiliki kekuatan super dan telekinesis yang hebat.
Orang-orang di planet Lorien mempunyai kemampuan telekinesis, mereka bisa mengendalikan benda dengan kekuatan pikiran. Untuk menyelamatkan Bangsa mereka dari kepunahan, 9 anak kemudian diberikan mantra dan dikirim ke bumi. Mantra inilah membuat anak ini bisa hidup dan kalau dibunuh harus dibunuh secara berurutan mulai dari anak pertama sampai kesembilan, kalau tidak maka pembunuhnya akan terkena mantra yang justeru berbalik tewas. Sembilan anak ini selalu dikawal sampai mereka semua dewasa. Anak-anak ini ketika dewasa akan memiliki kekuatan super dan telekinesis yang hebat.
John Smith yang merupakan anak nomor 4
tumbuh besar dalam pelarian. Dia terus berpindah bersama pengawalnya sampai
tumbuh menjadi dewasa. Ketika mengetahui nomor 1,2 dan 3 sudah terbunuh, diapun
terus berlari untuk bersembunyi dari kejaran Bangsa Morgadorian. Setiap anak
yang terbunuh maka akan muncul luka bakar pada kaki anak yang masih hidup. John Smith beranjak dewasa dengan kemampuan telekinesis yang luar biasa.
Saya kembali meminum kopi, sesekali
membuka HP Asus sekedar mengecek telpon atau whatsapp dari perawat ruangan.
Hari ini saya jaga di ruangan ICCU, bersyukur masih sempat nonton film. Film
ini berjudul “i’m number 4” bercerita tentang John Smith yang
punya kemampuan
telekinesis.
Awal tahu istilah telekinesis ini ketika
melihat aksi deddy corbuzier membengkokkan sendok di layar kaca. Sang mentalis punya kemampuan untuk mempengaruhi benda dengan kekuatan pikiran. Istilah ini
muncul dari seorang peneliti Rusia Alexander N. Aksakof. Dengan berjalannya waktu Istilah ini kemudian
berganti menjadi psikokinesis karena dianggap mengandung image yang jelek dan
dikaitkan dengan dunia mistis.
Kekuatan Pikiran memang masih menjadi
sebuah misteri, ada pengalaman berharga saya tentang misteri kekuatan pikiran
ini. Tahun 2013 yang lalu, saya dalam kegalauan yang besar di lokasi kerja di
daerah Sulawesi Tenggara. pagi sore sering termenung tentang masa depan. Beban sebagai kepala keluarga muncul, sangat wajar karena
anak saya yang pertama juga baru lahir akhir tahun 2012. Dimasa kegalauan itu,
entah kenapa saya selalu berpikir mau pindah ke Bogor dan bekerja di sana.
Magnet daerah bogor rasanya terlalu kuat
untuk membuat saya tertarik ingin tinggal disana. Hampir setiap hari saya
selalu berpikir tentang Bogor, browsing-browsing di internet sekedar ingin cari
tahu tentang daerah itu. Beberapa kali saya menghubungi teman yang juga tinggal
disana. Ada 4 teman yang sempat saya hubungi tentang kehidupan disana. Saking
seringnya berpikir tentang daerah itu, sampai pernah terbawa ke alam mimpi. Di
Awal tahun 2014, saya benar-benar tinggal di Bogor dan mulai bekerja disana
sejak tahun 2014. Saat ini adalah tahun kedua saya tinggal di bogor dan bekerja
sebagai dokter di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta.
Tanpa sadar saya memanfaatkan kekuatan
pikiran dan hati kedalam kehidupan saya. Tanpa disadari pula kehidupan saya
mengalir dan terbentuk berdasarkan pikiran yang saya ciptakan. Setiap manusia
dibekali dengan pikiran untuk menentukan yang baik dan yang jahat. Rahasia
kekuatan pikiran sudah dipandang dalam ilmu pengetahuan. Buku the secret karya
rhonda byrne membahas kekuatan pikiran laris terjual beberapa tahun yang lalu.
Sudah menjadi hukum alam bahwa segala
sesuatu yang ada di semesta akan bergerak melingkar. Gerakan ini berlaku untuk
semua hal fisik termasuk perasaan dan pikiran. Semua getaran peristiwa di alam
bisa kita terima dan kita resonansikan dengan frekuensi yang dihasilkan dari
dalam kita. Manusia sendiri terdiri dari bagian kecil yang disebut molekul dan
lebih kecil lagi terdiri dari atom-atom. Atom ini terdiri dari elektron, proton
dan neutron yang selalu bergerak. Maka sebenarnya seluruh di alam semesta ini
tidak lebih dari energi yang bergerak dan membentuk sistem alam raya kita.
Dengan demikian akal dan pikiran merupakan wujud energi yang bergetar. Kita
tentu ingat praktikum waktu sekolah dulu tentang resonansi. Resonansi ini
merupakan peristiwa ikut bergetarnya benda lain karena sumber bunyi dan benda
yang digetarkan memiliki frekuensi yang sama. Dengan dasar ini, getaran yang
dihasilkan dari pikiran kita akan membuat benda-benda lain ikut bergetar
bersamaan. Getaran yang semakin kuat membuat semakin besar getaran-getaran alam
sekitar.
Dari sekarang kita harus membiasakan
diri untuk berpikir tentang hal-hal yang baik, termasuk juga dalam kata dan
perbuatan. Setiap kata yang terucap dan berulang-ulang akan tersimpan di alam
bawah sadar dan akan menjadi perintah. Ketika kita mengatakan “kita bisa”
melakukan dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang maka selanjutnya akan
terjadi getaran yang melibatkan seluruh semesta untuk mewujudkannya. Makanya
dalam pelatihan-pelatihan seringkali kita disuruh untuk melakukan visualisasi
terhadap impian-impian kita. Rhonda
Byrne juga pernah mengatakan bahwa
“hidup anda merupakan cerminan dari apa yang anda yakini di dalam batin, dan
apa yang anda yakini dalam batin, akan berada dibawah kontrol anda”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar