Senin, 16 Mei 2016

Drone dan Hipnosis

Pernah saya melihat video youtube ceramah seseorang tentang hipnosis, salah seorang peserta majelis bertanya tentang hipnosis dan langsung dijawab haram oleh orang tersebut. Alasannya karena hipnosis berasal dari kekuatan luar manusia yang kemungkinan karena pengaruh jin. Seorang ahli hipnosis hanya dengan memberikan sugesti kata-kata, kliennya tiba-tiba tertidur dan berada dibawah kendalinya. Itu tentu haram karena menggunakan kekuatan di luar kemampuannya.


Kalau yang menggunakan sugesti kata-kata saja seperti ini dianggap haram apa jadinya jika beliau melihat penampilan Dodie Magis. Pak Dodie magis ini yang mengembangkan sebuah teknik hipnosis dengan mengangkat kearifan lokal orang jawa yang dinamakannya javanese magnetism. Teknik ini dikembangkan sampai ke eropa. Saya pernah melihat videonya, tanpa kata-kata, hanya konsentrasi dan menatap pasiennya, duarrr... kliennya langsung tertidur. Kalau liat ini pasti jauh lebih haram lagi.  


Beberapa hari yang lalu saya membaca berita mahasiswa florida yang balapan drone dengan menggunakan pikiran sebagai pengendalinya. Mereka asyik sekali memainkan drone hanya dengan berkonsentrasi berpikir untuk mengendalikannya. sekelompok ilmuwan China dari universitas Zhejiang juga mengembangkan sistem mengendalikan drone dengan pikiran. Ilmuwan memanfaatkan gelombang otak untuk sistem tersebut yang bernama flybuddy2. sistem menggunakan headset Elektroencefalografi (EEG). Ini beberapa contoh penelitian yang sedang dikembangkan dengan menggunakan pikiran untuk mengendalikan benda-benda sekitar.


Luar biasa perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. Kita harus terbuka dengan hal seperti ini. Terlalu tekstual tanpa memperhatikan konteks dianggap menjadi duri dalam keterlibatan kaum tertentu dalam perkembangan teknologi. Kita akan terus menyaksikan mereka akan sibuk melakukan penilaian dan penilaian tanpa menciptakan sesuatu yang baru.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar