Pernah
saya melihat video youtube ceramah seseorang tentang hipnosis, salah seorang
peserta majelis bertanya tentang hipnosis dan langsung dijawab haram oleh orang
tersebut. Alasannya karena hipnosis berasal dari kekuatan luar manusia yang
kemungkinan karena pengaruh jin. Seorang ahli hipnosis hanya dengan memberikan
sugesti kata-kata, kliennya tiba-tiba tertidur dan berada dibawah kendalinya. Itu tentu haram karena menggunakan kekuatan di luar kemampuannya.
Kalau yang menggunakan sugesti kata-kata saja seperti ini dianggap haram apa jadinya jika beliau melihat penampilan Dodie Magis. Pak Dodie magis ini yang mengembangkan sebuah teknik hipnosis dengan mengangkat kearifan lokal orang jawa yang dinamakannya javanese magnetism. Teknik ini dikembangkan sampai ke eropa. Saya pernah melihat videonya, tanpa kata-kata, hanya konsentrasi dan menatap pasiennya, duarrr... kliennya langsung tertidur. Kalau liat ini pasti jauh lebih haram lagi.
Kalau yang menggunakan sugesti kata-kata saja seperti ini dianggap haram apa jadinya jika beliau melihat penampilan Dodie Magis. Pak Dodie magis ini yang mengembangkan sebuah teknik hipnosis dengan mengangkat kearifan lokal orang jawa yang dinamakannya javanese magnetism. Teknik ini dikembangkan sampai ke eropa. Saya pernah melihat videonya, tanpa kata-kata, hanya konsentrasi dan menatap pasiennya, duarrr... kliennya langsung tertidur. Kalau liat ini pasti jauh lebih haram lagi.
Beberapa
hari yang lalu saya membaca berita mahasiswa florida yang balapan drone dengan
menggunakan pikiran sebagai pengendalinya. Mereka asyik sekali memainkan drone
hanya dengan berkonsentrasi berpikir untuk mengendalikannya. sekelompok ilmuwan
China dari universitas Zhejiang juga mengembangkan sistem mengendalikan drone
dengan pikiran. Ilmuwan memanfaatkan gelombang otak untuk sistem tersebut yang
bernama flybuddy2. sistem menggunakan headset Elektroencefalografi (EEG). Ini beberapa
contoh penelitian yang sedang dikembangkan dengan menggunakan pikiran untuk
mengendalikan benda-benda sekitar.
Luar
biasa perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. Kita harus terbuka dengan hal
seperti ini. Terlalu tekstual tanpa memperhatikan konteks dianggap menjadi duri
dalam keterlibatan kaum tertentu dalam perkembangan teknologi. Kita akan terus
menyaksikan mereka akan sibuk melakukan penilaian dan penilaian tanpa
menciptakan sesuatu yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar