Rabu, 18 Mei 2016

Rumah Cari Penyakit

Saya terkadang sedih melihat orang tua yang suka bawa anaknya ke rumah sakit. Dengan alasan tidak ada yang jaga anak di rumah, atau anak-anak ingin juga mengunjungi orang sakit. Kadang saya memperhatikan anak-anak yang bermain di runng tunggu poliklinik atau berlarian masuk ke ruang perawatan. Sebenarnya di rumah sakit sudah jelas memberikan aturan melarang anak-anak ke rumah sakit tapi tetap saja ngotot bawa anak masuk, kadang ada yang sampai bersitegang dengan pak satpam rumah sakit karena memaksa untuk masuk dengan anak-anaknya. Kalau di kampung, pengunjung seorang pasien bisa satu kampung yang datang. Ada yang datang sekedar menjenguk, ada yang sampai nginap dengan menggelar tikar di rumah sakit.

Sampai hari ini pun saya tidak pernah mengajak anak dan istri saya ke rumah sakit, semata-mata menjaga mereka dari paparan kuman di rumah sakit. Saya sendiri menyaksikan bagaimana ganasnya kuman-kuman di rumah sakit. Saya melihat banyak sekali pasien tertular penyakit baru dan justeru memberat selama perawatan di rumah sakit. Rumah sakit adalah sarang kuman, sarang penyakit, makanya namanya rumah sakit, rumah untuk orang sakit atau bisa juga rumah cari penyakit.

Infeksi yang didapatkan di rumah sakit sering disebut sebagai infeksi nosokomial. Infeksi ini yang menjadi penyebab meningkatnya kematian di rumah sakit. Dari data 2 kota besar di Indonesia didapatkan angka infeksi nosokomial 39%-60%. Infeksi tersebut bisa tertular dari petugas ke pasien, pasien ke pasien, pasien ke pengunjung rumah sakit, atau petugas medis ke pengunjung rumah sakit.

Anak adalah manusia kecil yang harus kita lindungi. Mereka mempunyai sistem pertahanan tubuh seperti orang dewasa. Biasanya anak-anak yang ke rumah sakit punya potensi tertular lebih besar ketimbang orang dewasa. Jangan sampai mereka menjadi korban penularan penyakit. Rumah sakit memang rumah untuk orang sakit yang mencari kesembuhan tapi kadang pula menjadi rumah untuk cari penyakit. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar