Saya terkadang sedih melihat orang tua yang suka bawa
anaknya ke rumah sakit. Dengan alasan tidak ada yang jaga anak di rumah, atau
anak-anak ingin juga mengunjungi orang sakit. Kadang saya memperhatikan
anak-anak yang bermain di runng tunggu poliklinik atau berlarian masuk ke ruang
perawatan. Sebenarnya di rumah sakit sudah jelas memberikan aturan melarang
anak-anak ke rumah sakit tapi tetap saja ngotot bawa anak masuk, kadang ada
yang sampai bersitegang dengan pak satpam rumah sakit karena memaksa untuk
masuk dengan anak-anaknya. Kalau di kampung, pengunjung seorang pasien bisa
satu kampung yang datang. Ada yang datang sekedar menjenguk, ada yang sampai
nginap dengan menggelar tikar di rumah sakit.
Sampai hari ini pun saya tidak pernah mengajak anak dan
istri saya ke rumah sakit, semata-mata menjaga mereka dari paparan kuman di
rumah sakit. Saya sendiri menyaksikan bagaimana ganasnya kuman-kuman di rumah
sakit. Saya melihat banyak sekali pasien tertular penyakit baru dan justeru
memberat selama perawatan di rumah sakit. Rumah sakit adalah sarang kuman,
sarang penyakit, makanya namanya rumah sakit, rumah untuk orang sakit atau bisa
juga rumah cari penyakit.
Infeksi yang didapatkan di rumah sakit sering disebut
sebagai infeksi nosokomial. Infeksi ini yang menjadi penyebab meningkatnya
kematian di rumah sakit. Dari data 2 kota besar di Indonesia didapatkan angka
infeksi nosokomial 39%-60%. Infeksi tersebut bisa tertular dari petugas ke
pasien, pasien ke pasien, pasien ke pengunjung rumah sakit, atau petugas medis
ke pengunjung rumah sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar